Pada kesempatan kali ini saya akan coba membahas tentang Six Key E-Business Strategic Definitions dari sebuah retailer berlian, cincin pertunangan, dan perhiasan online terbesar, Blue Nile (http://www.bluenile.com). Blue Nile merupakan pelopor dibidang ini dan sekarang tetap merupakan market leader walaupun sudah ada beberapa situs web pesaing yang juga cukup berhasil.
1. E-Business Channel Priorities
Jika dilihat dari situs web yang digunakan dapat dikatakan jika Blue Nile menggunakan “sell-side downstream channel” karena lebih berfokus pada pemasaran dan penjualan secara online. Walaupun hampir seluruh kegiatan transaksi dan customer service dapat dilakukan secara online, Blue Nile tetap menyediakan layanan secara offline melalui saluran telepon, maka dari itu Blue Nile menggunakan pendekatan “Bricks and Clicks”.
Karena lebih fokus pada transaksi secara online, Blue Nile tentu melakukan right-channeling untuk mendorong pengunjung situs mereka melakukan transaksi. Cara yang digunakan antara lain:
Produk yang dijual oleh Blue Nile pada awalnya adalah cincin pertunangan, benda yang tidak dibeli berkali-kali oleh pengunjung. Jika kita berbicara tentang cincin pertunangan, tentu akan terbayang dengan berlian, benda yang harganya tidaklah murah. Untuk mendorong pengunjung membeli benda semacam itu secara online tentu tidak mudah, maka dari itu Blue Nile memberikan edukasi yang baik bagi para pengunjungnya agar dapat memilih dengan tepat dan cara ini berhasil dengan baik.
Dalam memilih perhiasan, nilai-nilai keindahan tentu diperhatikan dan itu tergantung dari selera masing-masing pengunjung, maka dari itu Blue Nile menyediakan fasilitas untuk melakukan customization terhadap benda yang ingin dibeli. Fasilitas ini merupakan salah satu andalan dari Blue Nile pada saat pertama kali berdiri.
2. Organizational Restructuring and Capabilities
Terdapat beberapa pilihan dalam restrukturisasi organisasi dalam menjalankan e-business, yaitu:
- In-house division (integration)
- Joint Venture (mixed)
- Strategic Partnership (mixed)
- Spin-off (separation)
Blue Nile sejak awal berdiri telah bergerak secara online sehingga tidak perlu melakukan restrukturisasi dalam menjalankan usahanya.
3. Business, Service and Revenue Models
Blue Nile memiliki model bisnis yang sederhana dan unik tetapi tidak mudah ditiru oleh para pesaingnya. Transaksi pada awalnya dilakukan secara online, calon pembeli harus mengunjungi situs web Blue Nile terlebih dahulu. Di sana mereka dapat memilih perhiasan yang mereka inginkan, dapat pula melakukan customization sendiri. Setelah memilih, mereka hanya perlu melakukan pemesanan. Begitu pemesanan dilakukan Blue Nile akan langsung melakukan pemesanan bahan yang diperlukan langsung ke supplier batu permata dan logam mulia. Setelah bahan tiba, maka dilanjutkan dengan proses produksi dan setelah selesai, pesanan tersebut segera diantar ke pembeli. Waktu yang diperlukan dari pemesanan sampai barang diterima oleh pembeli sekitar tujuh hari.
Dari gambaran di atas, terlihat sangat sederhana dan unik tapi efektif dan efisien untuk usaha di bidang ini. Blue Nile tidak memerlukan inventori yang besar untuk menyimpan persediaan bahan yang berarti dapat menekan biaya produksi yang nantinya member pengaruh pada harga barang. Waktu tujuh hari merupakan jangka waktu yang singkat untuk perputaran uang dalam bidang ini, penjualan batu permata memerlukan waktu berbulan-bulan dari pertama kali didatangkan sampai terjual, tapi dalam model bisnis Blue Nile, waktu tersebut dapat ditekan hingga tujuh hari. Setelah pihak Blue Nile mendapatkan pembayaran maka mereka dapat membayar ke supplier atau melakukan perputaran untuk transaksi yang lain. Supplier pun tertarik bekerja sama dengan Blue Nile karena mereka akan lebih cepat menerima pembayaran dibandingkan bertransaksi dengan usaha “Brick and Mortar”.
Untuk mendukung usahanya Blue Nile memberikan beberapa layanan yang dapat mendorong menjualan mereka. Seperti yang telah dijelaskan pada bagian right-channeling, mereka menyediakan layanan edukasi untuk meyakinkan calon pembeli bahwa barang yang mereka tawarkan memiliki kualitas yang baik, customization juga memberikan kemudahan bagi calon pembeli untuk mendapatkan barang yang sesuai dengan selera mereka. Transaksi pun tidak sebatas secara online tapi juga dapat dilakukan secara offline. Dalam hal pengataran barang mereka bekerja sama dengan FedEx sebagai jaminan pesanan para pembeli dapat diterima tepat pada waktunya.
Revenue Model yang ada pada Blue Nile tentu saja pada transaksi penjualan yang mereka dapatkan. Alternatif lain adalah melalui iklan yang dipasang pada situs mereka, walaupun tidak banyak space yang disediakan tapi dengan posisi Blue Nile sebagai market leader dapat dikatakan pengunjung situs mereka cukup tinggi dan itu merupakan salah satu alasan bagi pihak lain untuk memasang iklan.
4. Market Restructuring
Terdapat dua pilihan dalam restrukturisasi pasar, disintermediation dan reintermedation yang dapat dilakukan di buy-side dan sell-side. Pada kasus Blue Nile, tidak terjadi restrukturisasi pasar karena sejak awal mereka langsung bergerak di e-commerce. Dari sejak awal posisi mereka merupakan perantara antara supplier dengan pembeli, yang berbeda hanya Blue Nile merupakan perantara secara online bagi supplier dan pembeli.
5. Market and Product Development Strategies
Terdapat beberapa strategi pengembangan pasar dan produk yang dapat dilakukan, mari kita lihat apa saja yang telah dilakukan atau dapat dilakukan oleh Blue Nile.
Market Penetration
- Customer Loyalty Improvement
Edukasi yang diberikan oleh Blue Nile meningkatkan kepercayaan dari para pengunjung dan dapat memberikan jaminan lebih bagi pembeli untuk kembali melakukan transaksi melalui mereka.
- Customer Value Improvement
Dengan business model mereka, calon pembeli mendapatkan keuntungan berupa harga yang lebih murah dengan kualitas yang terjamin.
Market Development
Walau pada awalnya beroperasi di Amerika Serikat tapi dengan jangkauan internet yang global, mereka dapat menjangkau pasar yang lebih luas. Saat ini mereka menjangkau pembeli di Amerika Serikat, Kanada dan Eropa, tidak menutup kemungkinan untuk masuk ke Asia dan wilayah lainnya.
Pada awalnya mereka hanya menjual cincin pertunangan dan batu permata. Namun untuk barang jenis ini, transaksi yang terjadi tentu tidak terlalu tinggi dan tergolong niche maka dari itu mereka juga menawarkan perhiasan.
Product Development
Perluasan cakupan barang sudah dilakukan dengan menambahkan perhiasan sebagai salah satu produk yang mereka tawarkan.
Diversification
- Diversification into related businesses
Diversifikasi terjadi karena mereka melakukan usahanya secara online, padahal pada saat pertama kali mereka berdiri hanya terdapat usaha “Bricks and Mortals” di bidang ini.
6. Positioning and Differentiation Strategies
Ada beberapa pilihan bagi Blue Nile berkaitan dengan posisi mereka dalam pasar, yaitu:
- Product Performance Excellence
- Price Performance Excellence
- Transactional Performance Excellence
- Relationship Excellence
Dari keempat pilihan di atas, hampir semuanya dapat dilakukan oleh Blue Nile dan tidak menutup kemungkinan untuk melakukan semuanya. Product perfomance excellence telah dilakukan oleh Blue Nile dengan memberikan fasilitas customization, price performance excellence juga dilakukan karena harga yang ditawarkan jauh lebih murah daripada usaha “Bricks and Mortars” dan tetap dengan kualitas yang baik, transactional performance excellence dilakukan dengan menyediakan pemesanan offline, relationship juga dilakukan dengan memberikan edukasi bagi para calon pembeli.